Agustus ke 11- Latihan menyusun cerita
Latihan menyusun cerita
Agustus ke 11- Latihan menyusun cerita
Di bawah ini merupakan hasil latihan menulis cerpen. Setelah
348 kata tersusun, baru aku menyadari bahwa kesalahanku menyusun tulisan adalah
tidak adanya kerangka dan struktur yang
jelas, sehingga tulisan hanya mengembang sekenannya, tanpa focus pada konflik
yang dibangun. Yah, untuk awal saja, yang jika digarab dengan baik sebenarnya
berpotensi menjadi cerita yang memiliki daging dan kulit, tinggal bagaimana
saya memberikan kerangka tulisan.
(***)
Masakanmu asin, pasti sedang kebelet
menikah!
Entah siapa yang mengawalinya. Hingga kini, masakan terasa
asin selalu diidentikkan sedang kebelet menikah. Aku selalu berhati-hat saat
memasak, menabur garam sedikit demi sedikit lalu mengecap kuahnya.
Di usiaku yang ke dua puluhan, hal-hal semacam ini terlalu
sensitive , kurasa.
Seperti pagi ini, memasak menjadi kegiatan utama. Demi
menyambut kedatangan para sahabat SMA- yang hendak melakukan kegiatan reuni.
Aku pun mulai berjibaku dengan alat-alat dapur sejak pagi-pagi buta, menanak
nasi banyak-banyak, menggoreng cabai, hingga mempersiapkan sayur yang kusuka.
Sampai di sini, aku selalu khawatir dengan hasil masakanku
sendiri. Bagaimana kalau tiba-tiba saja mereka mengernyitkan dahi, terpaksa
menelan nasi, dan semua mengayunkan pandangan padaku, seolah kompak berkata
begini: “ Kau sudah kebelet menikah, Melisa?”. Tentu aku mati kutu. Menahan tatapan mataku, telak menatap sendok-
garpu yang buru-buru kubuat tengkurap diatas piring, sedangkan nasi lauk masih
menggumpal di dalam mulutku.
Oh. Ya! Itu kan hanya kekhawatiranku. Toh jika benar begitu
nanti kejadiannya, tentu aku punya alasan kuat mengapa aku suka masakan asin, selain memang sudah menjadi
ritual makan sejak kecil.
“Begini loh, sahabat-sahabatku yang cantik-cantik nan
imut-imut. Ini tuh enggak asin, cuma sedikit
asin. Tau! Kalian emang enggak
tahu manfaat kandungan garam pada sayuran? Ha!Aku kasih tahu manfaatnya: Menurut para ahli kesehatan, garam merupakan
nutrisi penting yang dapat diperoleh jika di konsumsi tubuh. Garam dengan nama
senyawa kimia sodium atau natrium chloride (NaC1) yang merupakan bagian dari sodium
sangat diperlukan tubuh. Tubuh memerlukan
kandungan garam tertentu agar berfungsi dengan baik.” Kataku sambil melawan tatapan
mereka yang seolah menyerangku penuh
benci.
Ah. Ya! Sepertinya itu jawaban mematikan untuk menelanjangi
mereka yang sukanya hanya mencibir masakanku. Tentu tak perlu membuka buku
tentang manfaat garam ber-yodium, karena jika banyak membahasnya malah merusak
suasana kebersamaan kami. Biarkan banyak garam tetap menjadi kegemaranku.
Abaikan saja suara Mama yang menjerit-jerit histeris karena naiknya harga garam
drastis. Eh.
-
Ditulis untuk memenuhi program kemandirian "one day one article."


Comments
Post a Comment