Kau penerus impianku / puisi by amin maulani

Punggungmu sudah terlihat membungkuk
Didepan serambi masjid ini kulihat dirimu dari belakang
Kau menungguiku
Tak capekkah setiap sore hanya menungguku seperti ini?
Mengapa nekatnya kamu menginginkanku bisa mengaji?
Terkadang aku juga tak paham keinginanmu
     Mengapa begitu yakinya kau padaku?
     Mengapa kau begitu percaya padaku
     Sedang aku sendiri tak tahu harus percaya pada diriku sendiri
     Atau haruskah aku pura-pura percaya
     Dengan jiwa yang ringan, mudah terbawa angin tak tahu arah
Kau slalu bilang padaku
Dunia hanya sementara, maka tak elok kita bersikukuh mempertahankanya
Kau juga bilang
Jadilah pahlawan keluarga sepertiku
Sedang ku tahu
Pahlawan hanya sebuah legenda
Tak mungkin rasanya aku kau banggakan

Baca juga : Masih ada waktu untuk esok hari

Comments

Popular Posts