Puisi | Berselimut Sunyi
Agustus ke 2- Berselimut Sunyi
Termangu dalam
dunia kesunyian
Tetap saja angin
malam menusuk-nusuk kalbu
Semangat yang
terpompa di dalam kalbu
Pasang surut,
meletupkan kawah kesadaran mata, telinga, lalu perasaan
Kulirik jam
dinding sudah larut, hampir pagi
Masih segar
kurasa, bangunan semangat jagat ini
Hingga nanti, saat
sayup-sayup mataku perlahan memejam
Anggun, menghilang
Hanya Tuhan.
Hanya luapan emosi
sesaat, namun tak pasang surut seperti musim yang terus berganti
Dan,
Aku berteriak,
menciptakan bunyi riuh dalam dunia sunyi
Hingga pagi
Pondok Sufi, 02
Agustus 2017
Ditulis untuk memenuhi program "one day one article".
Comments
Post a Comment