Penjajahan Tak Kunjung Usai
Di jajah tanpa sadar.Sungguh
penggerogotan tubuh negri yang sangat
mengerikan. Mari berkontemplasi!
Berapa banyak tetangga, saudara,
keluarga yang mati mengerikan. Mati muda, tepatnya. Mati karena penyakitan,
entah stroke, step, dan lain-lain. Silih berganti tumbang begitu saja tanpa
tahu sebab-musabab yang jelas. Tak ada yang mau menelusuri secara mendalam,
hanya memercayai kata dokter: Kena malaria, dll.
Di sisi lain, kekalutan tubuh dalam
negeri tak kunjung usai, malah semakin
menjamur dan membusa, menggumpal begitu besarnya, menutupi seluruh isi negeri
ini. Tak terlihat apapun permasalahanya, hanya pantulan-pantulan fatamorgana,
antara polemik, pertikaian kubu, dan sederetan kasus yang seakan menjepit tubuh
bangsa, melindas perasaan orang-orang,- yang semakin terlihat pucat pasi.
Tuju puluh tahun lebih kita belajar
berdiri di kaki sendiri, belum tegak rasanya, saat rintangan terasa telak menghantam,
menggoyahkan bangsa yang berkeinginan berdiri di kaki sendiri. Nahas, para
pendiri cita-cita kemandirian seolah sudah hangus ditelan bumi, yang ada saat
ini hanyalah; Segerombolan anak-anak yang sedang ribut kebingungan di tinggal orang
tua mereka mati. Bagaimana menurut anda?
Di semua ranah, bergejolak. Benar
bukan? Entah itu olahraga, pertanian, perdagangan, perpajakan, apalagi
perebutan kekuasaan. Benar bukan? Mari berkontemplasi!
17 Agustus sebentar lagi, tanda-tanda
kejengahanpun belum terjadi.
09 Agustus 2017
Ditulis untuk memenuhi program
kemandirian “one day one article”.
Comments
Post a Comment