Melawan Lupa- Apa kegiatanku Hari Ini


 Melawan Lupa- Apa kegiatanku Hari Ini

Apa mungkin lupa bisa dilawan? Jika kita tak pernah merasa berbuat, tentu perilaku kita tak pernah terekam.

Aku tidak yakin akan mengingat perlakuanku dua tahun yang lalu, pada tanggal, jam yang sama dengan hari ini. Jikapun mengingat, pasti itu merupakan peristiwa yang sangat special bagiku.
Tulisan ini kubuat untuk melatih diriku meminimalisir penyakit lupa. Memang manusia tempatnya lupa, namun ini harusnya tak menjadi  dementor yang menghalangi kita berusaha. Ikhtiar, yang setiap waktu hanya bisa belajar. Dan entah, kapan bisa disebut orang serba bisa, wong nyatanya kita tetap tidak bisa apa-apa.

Jika sudah demikian, aku jadi ingat Bapak Kiai Tanjung pernah ngendikan:

“Tugas kalian hanya belajar, masalah bisa mutlak hak Tuhan. Maka kamu akan heran sendiri, jika nanti kamu tiba-tiba merasa bisa sendiri.” Bpk Kiai Tanjung.

Yang kupahami, tugasku hanya menjalankan perintah-Nya untuk selalu belajar. Dan benar, aku tidak bisa apa-apa, masih jauh dari kata bisa, apalagi ahli. Ah, padahal pikiranku selalu berangan-angan menjadi ahli di bidangku. Kadang juga meracau menjadi ahli di semua bidang. Memang angan-angan. Bisanya Cuma berandai-andai.

Kapan aku lupa?

Jika harus kujawab pertanyaan ini, tentu aku menjadi teringat pertanyaan, kapan kamu ingat? Ya! Dua hal ini merupakan dua pertanyaan yang berbeda, namun memiliki tujuan dan fungsi yang sama. 

Sore ini, aku ingin mengingat-ingat kegiatanku. Hari ini saja. Seberapa tajam ingatanku, akan kucoba torehkan di sini.

Tadi pagi aku masih ingat, bangun pukul 04.45, saat kudengar alarm hape berbunyi. Mataku masih mengantuk, sebab semalam tidurku sekitar pukul 11.30 WIB. Tak seperti biasanya aku bisa bangun, entahlah, dorongan apa yang membuatku pagi bisa bangun. Namun demikian adalah sesuatu yang betul-betul ku syukuri, anugerah dari Tuhan sendiri.Mengingat biasanya aku tidak bangun. 

Setelah itu, rutinitas shalat subuh sampai jam 05.15 WIB. Aku bersiap melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai penjaga foto kopi. Maka, sambil aku menunggu pukul 06.00, kusempatkan diriku membuka-buka buku. Tak lama berselang, matakuterserang kantuk. inisiatif alarm tubuh, kupaksakan berangkat ke poto copy. Pukul 05.30. Lalu disana, seperti biasa, aku ingin segera memposting tulisan di blog. Namun hari ini, kendala datang lagi. Internet tidak bisa konek. Ah, ya! Ini penyakit internet sudah dari dua hari yang lalu, belum diketahui solusinya, karena biasanya setelah ku enable-desable, sebentar lagi juga konek sendiri. 

Pagi ini, internet tetap tidaK bisa. Maka Setelah membersihkan ruangan, kusempatkan waktu sekedar menunggu pukul 07.00 WIB di warung Mak Mah. Ngopi.

Ngopi, hampir 30 menit selesai, internet juga tak bisa. Ku sms mbak Uswah, agar segera tertangani. Singkat cerita, sekitar pukul 09.30 WIB, Mas Wahyu datang. Internet nyala. Pesan dari Mas Wahyu, jurusan ke waserda baiknya jangan dipasang dulu, nanti penyakitnya kambuh lagi. Aku mengangguk.

Pagi dengan perasaan yang cukup lama, karena ternyata aku belum sarapan sampai jam 11.00 WIB. Waw. Perih. Sendirian berjaga, temanku yang satu masih di luar kota, yang satu ambil bagian sore hari. 

Catatan mesin, masih sering trouble. Solusi sementara tadi, aku meng -oper mesin , sehingga mesin bisa digunakan salah satu. Ah. Ya! Trouble mesin ini dua-duanya kena. Tapi beda onderdil yang rusak. Solusi awal ini nantinya kuperbaiki ketika malam. Satu masalah selesai. 

Siang jam 13.00 aku baru istirahat, sampai jam 14.15 aku bangun, mandi (kerena pagi tadi gak mandi). Dan melanjutkan rutinitas, belajar menulis. Kuawali dengan membuka prakata kumpulan cerpen kompas, agar aku tahu  bagaimana perkembangan cerpen di Indonesia, selain bagaimana sebenarnya membuat cerpen yang bagus.

Lama kubaca, lebih dar satu jam. Lalu kubaca contoh cerpen yang telah dibahas- yang menjadi pemenang cerpen pilihan kompas 1994, Lampor.

Kini tiba saatnya aku praktik menulis cerpen. Menghadap laptop dan mencoba menangkap ide. Ah, belum ketemu ide cerpen sore ini, mengakibatkan tulisan ini ada.

14 Agustus 2017

Catatan harian. Ditulis untuk memenuhi program kemandirian menulis "one day one article".


Comments

Popular Posts