Tujuan yang Tak Terbengkalai

Juli ke 12- Tujuan yang Tak Terbengkalai

Shalat subuh berjamaah, dilanjutkan olahraga di pagi  hari membuat otak terjaga kesegarannya. Serangkaian kegiatan yang kurasa sangat membantu menjaga motifasi mengejar target yang sudah kutetapkan selama ini.

Kehidupan yang terus berjalan, sedetik saja membiarkan kekosongan bisa menjadi boomerang; Rasa malas, menunda, bersantai, tidak memiliki target, dan serangkaian kelakuan yang menggelincirkan pada rasa kemapanan. Hal yang benar-benar aku rasakan selama ini.

Menurut para penulis buku yang membahas tentang motivasi menjadi sukses, target adalah sebuah metode dan menjadi penting yang perlu ditetapan. Memiliki target membuat buku-misalnya- akan mempermudah terselesainya buku dibandingkan (sekedar) menulis tanpa tujuan. Oleh karenanya, membat target kepenulisan menjadi penting bagi si penulis, begitupun profesi lain.

Tumakninah

Pertanyaan yang sering terlempar olehku sendiri selama ini adalah bagaimana kita bisa ajek mengejar target(dalam hal ini menulis) dan tak mudah menguap saat kita berada di tengah perjalanan menggapai target. Pada akhirnya kita perlu menyiasati bagaimana tujuan menjadi jelas, memiliki target, dan ajek.

Tidak mudah, dan benar-benar tidak mudah. Karena seiring berjalannya waktu, silih berganti roman kehidupan akan hadir dan memberikan rasa tersendiri kepada kita. Kita tidak bisa menjadwalkan keajekan menulis setiap hari karena kita juga mahluk sosial. Sama halnya mahluk sosial yang lain tentu kita memiliki hubungan dengan keluarga, sanak family, tetangga, maupun sahabat dan akan masuk kedalam jadwal kegiatan yang tak terduga. Sekaligus hal ini menjadi sebuah media guna mempercepat pembelajaran diri, bagaiman bersosial dan menjaga jadwal.

Pada akhirnya, dalam suasana yang kurang bersahabat seperti mala mini; terkatung-katung aku memaksa tangan yang malas, mata yang mengantuk, dan pikiran yang buntu untuk membuat secuil ocehan yang kurang bermanfaat ini. Terkadang aku kurang yakin dengan omongan besarku sendiri, yang sering membual demi memberi motifasi kepada diri sendiri. Terasa kosong. Memang.

Pondok SUfi 11/07/2017.

Ditulis untuk memenuhi program kemandirian "one day one article". Materi diambil dari buku-99 Perbedaan Kebiasaan Pengusaha VS Karyawan- dan disajikan menurut secuil pemahaman dari petunjuk Bapak Kyai Tanjung dalam kajian Ilmu AN-Nubuwah.

Comments

  1. Biar waktu memburu, beribu ancaman mengintai, hawa nafsu siap menikam, jangan sampai diri kita terterkam dan terkekang dengan kehampaan aktifitas. Proedsional patut untuk diperjuangkan, demi kehidupan dunia yang akhirat, menggapai akhirat yang bukan duniawi. Manusiawi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih masukannya bung, sudah menjadi pelengkap tulisan ini.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts