Pembelajar yang baik, perlakukan perbaikan sistem bagi si pelajar
aminmaulani.blogspot.com |
Menjadi pembelajar yang baik, tidak cukup dengan membaca ratusan refrensi metode penyelesaian masalah. Namun perlu bersamaan memetik pelajaran dari problem yang sudah kita lewati.
Saat saya belajar di kampus, terkadang malah merasa kurang tercukupi, saat proses perkuliahan atau pembelajaran di kelas menjadi titik wajib bagi para mahasiswa di kampus. Hal inilah, yang akan kami bahas dalam tulisan kali ini, problem diri, keinginan belajar yang perlu di dorong oleh semangat dan perbaikan sistem dalam diri.
Adalah hal yang selalu merasa terbodohi oleh diri sendiri, saat minat baca ada, seakan mengerti akan banyak hal, namun masalah dalam sehari-hari saja tidak bisa teratasi dengan baik. Malas beraktifitas masih menjamur, menghindari orang dan lain-lain. Dari sinilah, kesadaran pembelajaran dari lingkungan dan membaca itu tumbuh.
Sampai saat ini, pemahaman terkait menjadi pembelajar yang baik masih terus kita dalami, karena arti "pembelajar yang baik" tentu memiliki devinisi-devinisi yang berbeda-beda dari para ahli. Namun demikian, secara pemetaan masalah yang perlu di mengerti oleh para pembelajar adalah sebagai berikut:
Fokus
Fokus merupakan alat yang sangat efektif bagi manusia, keseriusan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, keseriusan memahami masalah , atau fokus pada satu tujuan. Seringkali kita tidak fokus, kesadaran tentang pentingnya fokus inilah yang perlu kita kembangkan untuk menjadi pembelajar yang baik. Di kelas, kita menyimak penjelasan guru, hakikatnya adalah fokus, saat berbicara dengan orang, tidak dibarengi dengan bermain gadged, hakikatnya tiada lain juga fokus. Apalagi fokus saat beribadah seperti shalat, akan hati dan angan tidak memikirkan hal-hal yang bisa merusak fokus beribadah.
Bersungguh-sungguh
Dalam proses belajar, bersungguh-sungguh menggali potensi merupakan faktor utama untuk dapatnya menjadi profesional. Bagaimana tidak, kebanyakan sifat manusia memang malas, inilah yang terjadi di dalam perusahaan-perusahaan diadakan peningkatan mutu SDM dengan cara promosi. Bersungguh-sungguh ini sering di sebut khalayak dengan pantang menyerah, niat dan tekat besar. Dan semua keberhasilan pasti membutuhkan keinginan kuat bagi para pencapai. Seberapa banyak ayat-ayat bahwa perjuangan seorang penyanyi yang jatuh bangun mengikuti audisi, seberapa panjang proses inspirator memperjuangkan kesejahteraan di ujung pulau, sampai dirinya dikenal banyak orang, dan lain sebagainya.
Istiqomah
Sama halnya bersungguh-sungguh, istiqomah menjadi alat mengontrol emosi manusia. Sifat kita memang terkadang malas, terkadang semangat dan seterusnya. Disinilah istiqomah dan bersungguh-sungguh diapdukan.
Pembelajar yang baik, adalah dia yang tidak berharap apapun kecuali hanya berusaha. Pembelajar yang baik tidak senang di puji, dan tidak resah saat dicaci. Semuanya stabil. Menjadi pembelajar yang memiliki temperatur yang stabil tentulah memerlukan fokus, bersungguh-sungguh dan istiqamah. Yang tak ingin cepat-cepat melihat hasilnya.
Fokus merupakan alat yang sangat efektif bagi manusia, keseriusan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, keseriusan memahami masalah , atau fokus pada satu tujuan. Seringkali kita tidak fokus, kesadaran tentang pentingnya fokus inilah yang perlu kita kembangkan untuk menjadi pembelajar yang baik. Di kelas, kita menyimak penjelasan guru, hakikatnya adalah fokus, saat berbicara dengan orang, tidak dibarengi dengan bermain gadged, hakikatnya tiada lain juga fokus. Apalagi fokus saat beribadah seperti shalat, akan hati dan angan tidak memikirkan hal-hal yang bisa merusak fokus beribadah.
Bersungguh-sungguh
Dalam proses belajar, bersungguh-sungguh menggali potensi merupakan faktor utama untuk dapatnya menjadi profesional. Bagaimana tidak, kebanyakan sifat manusia memang malas, inilah yang terjadi di dalam perusahaan-perusahaan diadakan peningkatan mutu SDM dengan cara promosi. Bersungguh-sungguh ini sering di sebut khalayak dengan pantang menyerah, niat dan tekat besar. Dan semua keberhasilan pasti membutuhkan keinginan kuat bagi para pencapai. Seberapa banyak ayat-ayat bahwa perjuangan seorang penyanyi yang jatuh bangun mengikuti audisi, seberapa panjang proses inspirator memperjuangkan kesejahteraan di ujung pulau, sampai dirinya dikenal banyak orang, dan lain sebagainya.
Istiqomah
Sama halnya bersungguh-sungguh, istiqomah menjadi alat mengontrol emosi manusia. Sifat kita memang terkadang malas, terkadang semangat dan seterusnya. Disinilah istiqomah dan bersungguh-sungguh diapdukan.
Pembelajar yang baik, adalah dia yang tidak berharap apapun kecuali hanya berusaha. Pembelajar yang baik tidak senang di puji, dan tidak resah saat dicaci. Semuanya stabil. Menjadi pembelajar yang memiliki temperatur yang stabil tentulah memerlukan fokus, bersungguh-sungguh dan istiqamah. Yang tak ingin cepat-cepat melihat hasilnya.
Comments
Post a Comment