Pilu hati membuat luka, perih
Puisi Oleh : Amin Maulani
Berdegum lagi suara jurang kehampaan
Di langkah yang semakin gontai
Merangkak lirih kedepan
Semakin kosong tatapan manusia
Tak terdengar lagi sahutan
Tak nampak apapun
Hanya merasakan degum pilu yang dia sendiri tak tau mana pangkalnya
Tidak tahu,
Itu yang sering dia sesalkan sembari tertatih
Di kemurungan ujung dawai
Sosok manusia kosong itu duduk menyendiri ditengah keramaian
Tatapan itu melayang
Dia hanya menghiraukan masalah yang semakin runyam
Kadang terkaget
Terkadan fokus matanya melihat sesuatu melintas didepan mata
Hanya kagum, atau kaget
Ini semakin menusuk-nusukku
Gumamnya
Hanya ingin lari,
Menghindari pilu perih menyayat bibir kalbu
Menyendiri
Bca juga : Angan yang membui, terperanjat
Berdegum lagi suara jurang kehampaan
Di langkah yang semakin gontai
Merangkak lirih kedepan
Semakin kosong tatapan manusia
Tak terdengar lagi sahutan
Tak nampak apapun
Hanya merasakan degum pilu yang dia sendiri tak tau mana pangkalnya
Tidak tahu,
Itu yang sering dia sesalkan sembari tertatih
Di kemurungan ujung dawai
Sosok manusia kosong itu duduk menyendiri ditengah keramaian
Tatapan itu melayang
Dia hanya menghiraukan masalah yang semakin runyam
Kadang terkaget
Terkadan fokus matanya melihat sesuatu melintas didepan mata
Hanya kagum, atau kaget
Ini semakin menusuk-nusukku
Gumamnya
Hanya ingin lari,
Menghindari pilu perih menyayat bibir kalbu
Menyendiri
Bca juga : Angan yang membui, terperanjat
Comments
Post a Comment