Manajemen Sumberdaya Manusia
Human Resource Management
Gary Dessler, Edisi Bahasa Indonesi, Jilid 1
PENGUJIAN DAN
PENYELEKSIAN KARYAWAN
Setelah selesai mempelajari bab ini, Anda
diharapkan mampu untuk :
Mendeskripsikan keseluruhan proses seleksi dan menjelaskan
mengapaitu penting
Mendefinisikan konsep dasar termasuk keabsahan dan kehandalan
tes
Membahas sekurang-kurangnya empat jenis dasar dari tes
personil
Menjelaskan pro dan kontra dari penyelidikan latar belakang,
cek rujukan dan jasa informasi preemployment.
Proses Seleksi
Setelah management melakukan
perencanaa dan perekrutan personalia, langkah berikutnya adalah memilih orang
terbaik untuk suatu jabatan, melalui proses seleksi. Dalam kebanyakan
perusahaan berarti mengurangi sedikit
demi sedikit kumpulan pelamar menggunakan alat penyaring; termasuk tes, pusat
penilaian, dan pemeriksaan latar belakang dan rujukan.
Mengapa Proses seleksi iru Penting
Kinerja Anda (manajemen)
sebagian selalu tergantung pada bawahan. Karyawan yang tidak memiliki
ketrampilan yang tepat, atau terganggu tidak ingin berprestasi secara efektip,
pada gilirannya akan menghambat kinerja Anda. Waktu menyaring mereka yang tidak
diinginkan adalah sebelum mereka berada di pintu, bukan sesudahnya.
Penyaringan yang efektip itu
penting karena biaya merekrut dan memperkejakan karyawan itu mahal.
Secara sistematis, manajemen
dituntut untuk selalu mengevaluasi efektivitas dari prosedur seleksi, untuk
memastikan bahwa benar-benar tidak melakukan diskriminasi terhadap minoritas,
wanita, orang tua dan penyandang cacat. Serta mempekerjakan karyawan yang
merugikan perusahaan baik secara materiil maupun non materiil karena
kemudian diketahui mempunyai latar
belakang kriminal. Jadi proses seleksi itu penting untuk menghindari pengangkatan karyawan
secara sembrono (negligent hiring).
Konsep Pengujian Dasar
Keabsahan Tes
Kehandalan Tes
Keabsahan
Suatu tes itu pada dasarnya
merupakan sebuah sampel dari perilaku seseorang, tetapi beberapa tes jelas
lebih mewakili perilaku yang disampelkan ketimbang yang lainnya.
Berkenaan dengan tes seleksi
karyawan, istilah keabsahan sering merujuk kepada bukti bahwa tes itu
berhubungan dengan beberapa perilaku
dalam jabatan, dengan kata lain proses tes tersebut merupakan gambaran yang
absah dari kinerja suatu jabatan. Sebuah Tes seleksi hartus terutama sekali
absah (legal), karena tanpa bukti tentang keabsahan tidak ada alasan logis atau
legal untuk terus memperbolehkan penggunaan tes tersebut untuk menyaring
pelamar pekerjaan.
Dalam testing pekerjaan, ada
dua cara utama untuk menunjukkan keabsahan tes, yaitu; Keabsahan kriteria dan
Keabsahan muatan
Keabsahan Kriteria
Keabsahan kriteria
menunjukkan bahwa mereka yang mengerjakan tes dengan baik juga akan bekerja
dengan baik, dan bahwa mereka yang jelek dalam tes juga akan jelek dalam
bekerja. Keabsahan kriteria merupakan suatu jenis keabsahan yang didasarkan pada memperlihatkan
bahwa skor pada tes berkaitan dengan kriteria suatu jabatan.
Keabsahan Muatan
Sebuah tes yang absah muatan adalah
sebuah tes yang memuat sampel dari tugas-tugas
dan ketrampilan yang sesungguhnya dibutuhkan untuk suatu jabatan. Prosedur dasar disini
adalah mengidentifikasi perilaku jabatan yang penting bagi kinerja dan
selanjutnya secara acak menyeleksi sebuah sampel dari tugas-tugas dan perilaku
tersebut untuk tes. Sebuah tes mengetik misalnya, harus mempekerjakan seorang
tukang ketik. Jika muatan dati tes mengetik adalah adalah suatu sampel yang
representatip darti jabatan tukang ketik, maka tes itu mungkin memeuhi
keabsahan muatan.
Kehandalan
Kehandalan adalah sebuah
karakteristik penting kedua dari tes,
merupakan karakteristik yang merubjuk kepada konsistensi skor yang dicapai oleh
orang yang ketika diuji ulang dengan tes yang identik atau ekuivalen.
Ada beberapa cara untuk memperkirakan konsistensi atau
kehandalan sebuah tes. Anda dapat melakukan tes yang sama terhadap orang yanga
sama pada dua titik waktu yang berbeda., membandingkan skor tes mereka pada
kali kedua dengan skor pada kali pertama.
Atau anda dapat melakukan
Comments
Post a Comment