Modul pengantar industri kimia (PIK) Semester V
KATA PENGANTAR
Membaca dengan seksama Modul Matakuliah Proses Industri Kimia Jurusan Teknik Industri
ini, sesungguhnya kita diajak untuk memikirkan dunia pendidikan kita, dimana harus mampu berperan aktif menyiapkan sumberdaya manusia terdidik yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan, dimana para
mahasiswa diharapkan mampu memecahkan berbagai
persoalan yang dihadapi dalam dunia Industri.
Modul ini
memberikan kepada
mahasiswa pengetahuan yang berkaitan dengan Proses Industri Kimia
sehingga para alumni Jurusan Teknik Industri
memiliki bekal teori untuk terjun pada dunia nyata yang terkait dengan proses industri kimia.
Akhirnya mudah-mudahan Modul
Matakuliah Proses Industri Kimia ini bermanfaat
bagi para
mahasiswa di lingkungan
Jurusan
Teknik
Industri.
Nganjuk, November 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………….. 1
DAFTAR ISI …………………………………………………………………… 2
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………….. 4
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) ……………… 5
KOMPONEN PENILAIAN ……………………………………………………
8
BAB 1 PENGANTAR PERKULIAHAN PROSES INDUSTRI KIMIA ...........
9
1.1 Pendahuluan ………………………………………………………… 9
1.2. Pengertian Industri Kimia …………………………………………..
15
1.3. Unit–Unit Proses Produksi ………………………………………… 18
BAB 2 INDUSTRI KIMIA DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA...
21
2.1. Pendahuluan …………………………………………………………
21
2.2. Definisi Industri ……………………………………………………. 21
2.3. Strategi Pembangunan Industri Kimia di Indonesia ...........................
21
BAB 3 UNIT OPERASI DAN PERALATAN INDUSTRI KIMIA ..........
23
3.1. Pendahuluan …………………………………………………………
23
3.2. Unit operasi dalam industri kimia …………………………………..
25
3.3 Simbol-simbol peralatan dalam industri kimia ……………………… 90
BAB 4 INDUSTRI PENCAIRAN GAS ALAM ………………………………. 91
4.1. Pendahuluan ………………………………………………………...
91
4.2. Komposisi dan Sifat Gas Alam ……………………………………. 91
BAB 5 INDUSTRI GULA PASIR …………………………………………….
94
5.1.
Sumber Gula ……………………………………………………… 94
5.2 Nira ……………………………………………………………….
96
5.3.
Proses Pembuatan Gula ………………………………………….
98
5.4.
Flow Sheet Pembuatan Gula Pasir Dengan Proses Sulfitasi ……. 102
5.5. Uraian Proses ………………………………………………………….. 104
|
6.1. Pendahuluan ………………………………………………………… 106
7.1. Pendahuluan …………………………………………………………
110
7.2. Komposisi Minyak Bumi ……………………………………………
110
7.3. Produk-Produk Minyak Bumi ………………………………………. 112
7.4. Proses-Proses Kimia
………………………………………………. 113
SOAL DAN PENYELESAIANNYA …………………………………………… 115
DAFTAR PUSTAKA ……………………………
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Skema umum proses dalam industri kimia ……………………….
10
Gambar 1.2 Pola alir dalam reaktor untuk sistim 2 fasa ……………………… 12
Gambar 3.1 Berbagai type reaktor gas cair …………………………………… 33
Gambar 3.2 Berbagai macam pola kontak dalam reaktor gas cair ……………. 33
Gambar 3.3 Proses Ekstraksi Sederhana ……………………………………… 36
Gambar 3.4 Proses Ekstraksi Edeleanu ………………………………………..
38
Gambar 3.5 Proses Ekstraksi Furfural …………………………………………
38
Gambar 3.6 Proses Ekstraksi Udex ……………………………………………
40
Gambar 3.7 Proses Ekstraksi Propane Deasphalting …………………………..
40
Gambar 3.8 Proses Distilasi Ekstrak-tif ………………………………………..
42
Gambar 3.9 Amine Process ……………………………………………………. 47
Gambar 3.10 Sistem Adsorpsi ………………………………………………...... 57
Gambar 3.11 Regenerasi Adsorbent ……………………………………………. 57
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
Mata Kuliah : Proses Industri Kimia
Kode/Bobot SKS
: PTK-121/2 SKS
Deskripsi MK : Syarat Mengikuti Matakuliah PIK Telah Menyelesaikan ATK & Peralatan Industri Kimia
TIU : Mahasiswa Dapat Memahami Proses-proses yang terjadi pada Industri Kimia.
No.
Topik
|
Tujuan Pengajaran
(TIK)
|
Pokok Bahasan
|
Sub Pokok Bahasan
|
Estimasi
Waktu
|
Metode
Pembelajaran
|
Media
pembelajaran
|
Referensi
|
1
|
1. Mahasiswa mampu
menjelaskan pengertian industri kimia dan peranannya
2. Mahasiswa mampu
menjelaskan proses-proses produksi di dalam industri kimia
3.
Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam unit proses produksi pada industri kimia
4.
Mahasiswa mampu menjelaskan tugas dan fungsi unit-unit proses produksi industri kimia
|
PENGANTAR
PERKULIAHAN PROSES INDUSTRI KIMIA
|
1.1 Pendahuluan
1.2 Pengertian Industri Kimia
1.3 Unit–Unit Proses Produksi
|
135 menit
|
Ceramah
Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal
Tugas Mandiri
|
Papan Tulis
LCD
|
Modul Ajar
|
2
|
1. Mahasiswa mampu
menjelaskan definisi industri.
2. Mahasiswa mampu
menjelaskan peran industri kimia dalam pengubahan/pengolahan sumber alam.
|
INDUSTRI
KIMIA DAN PERKEMBANGA NNYA DI INDONESIA
|
2.1 Pendahuluan
2.2 Definisi Industri
2.3 Strategi Pembangunan
Industri Kimia di Indonesia.
|
90 menit
|
Ceramah
Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal
Tugas Mandiri
|
Papan Tulis
LCD
|
Modul Ajar
|
No.
Topik
|
Tujuan Pengajaran
(TIK)
|
POKOK
BAHASAN
|
Sub Pokok Bahasan
|
Estimasi
Waktu
|
Metode
Pembelajaran
|
Media
pembelajaran
|
Referensi
|
3
|
1. Mahasiswa mampu
menjelaskan bagaimana seleksi alat dan bahan yang baik dan tepat
dalam suatu industri kimia
2. Mahasiswa mampu
menjelaskan jenis-jenis alat yang digunakan dalam industri kimia
3.
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian peralatan dan sistem peralatan dalam industri kimia
4. Mahasiswa mampu
menjelaskan jenis-jenis bahan yang digunakan dalam industri kimia
5.
Mahasiswa mampu menjelaskan Simbol-simbol peralatan dalam industri kimia
|
UNIT OPERASI
DAN PERALATAN
INDUSTRI
KIMIA
|
3.1 Pendahuluan
3.2 Unit operasi dalam industri kimia
a. Peralatan pada unit persiapan bahan baku.
b. Peralatan pada unit
sintesa.
c. Peralatan pada unit finising.
d. Pompa e. Bejana
f. Kompresor
g. Reaktor Gas – Cair h. Ekstraksi
i. Absorpsi
j. Hydrogen Sulfide
Removal
k. Carbon Dioxide
Removal l. Adsorpsi
m. Alat Penukar Panas
n.
Simbol-simbol peralatan dalam industri kimia
|
270 menit
|
Ceramah
Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal
Tugas Mandiri
|
Papan Tulis
LCD
|
Modul Ajar
|
4
|
1. Mahasiswa mampu
menjelaskan kegunaan LNG
2.
Mahasiswa mampu menjelaskan Komposisis LNG
3. Mahasiswa mampu menjelaskan
proses pembuatan LNG
|
INDUSTRI
PENCAIRAN GAS ALAM
|
1. Pendahuluan
2. Komposisi dan Sifat Gas
Alam
3. mengetahui proses pembuatan
LNG
|
90 menit
|
Ceramah
Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal
Tugas Mandiri
|
Papan Tulis
LCD
|
Modul Ajar
|
No.
Topik
|
Tujuan Pengajaran
(TIK)
|
POKOK
BAHASAN
|
Sub Pokok Bahasan
|
Estimasi
Waktu
|
Metode
Pembelajaran
|
Media
pembelajaran
|
Referensi
|
5
|
1. Mahasiswa mampu
menjelaskan sumber bahan baku industri gula
2. Mahasiswa mampu menjelaskan
proses pembuatan gula
3. Mahasiswa mampu
menjelaskan uraian proses
|
INDUSTRI
GULA PASIR
|
1. Sumber Gula
2. Proses Pembuatan Gula
3. Uraian Proses
|
135 menit
|
Ceramah
Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal
Tugas Mandiri
|
Papan Tulis
LCD
|
Modul Ajar
|
6
|
1. Mahasiswa mampu
menjelaskan Pembuatan
Amoniak
2.
Mahasiswa mampu menjelaskan Tahapan
Proses Pembuatan Amoniak
3. Mahasiswa mampu menjelaskan
Proses Pembuatan Urea
|
INDUSTRI
PUPUK UREA
|
1.Pendahuluan
2. Proses Pembuatan Amoniak
3. Tahapan Proses
4. Proses Pembuatan Urea
|
135 menit
|
Ceramah
Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal
Tugas Mandiri
|
Papan Tulis
LCD
|
Modul Ajar
|
7
|
1. Mahasiswa mampu
menjelaskan Komposisi
Minyak Bumi.
2.
Mahasiswa mampu menjelaskan produk minyak bumi dan kegunaannya.
3.
Mahasiswa mampu menjelaskan
proses-proses pengilangan minyak bumi.
|
INDUSTRI
PENGILANGAN MINYAK BUMI
|
1. Pendahuluan
2. Komposisi Minyak Bumi
3. Produk-Produk Minyak Bumi
4. Proses-Proses Kimia
|
135 menit
|
Ceramah
Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal
Tugas Mandiri
|
Papan Tulis
LCD
|
Modul Ajar
|
KOMPONEN PENILAIAN
a. Kehadiran/Perilaku
(10 %)
b. Tugas (15 %)
c. Ujian tengah semester (kuis) (25 %)
d. Ujian akhir semester (50 %)
ISI MATERI PEMBELAJARAN
BAB 1
PENGANTAR PERKULIAHAN PROSES INDUSTRI KIMIA
A. Tujuan Pengajaran
:
1. Menjelaskan pengertian industri kimia dan peranannya
2. Mengetahui
penerapan dan perkembangan proses kimia dilingkungan industri
3. Menjelaskan tugas dan fungsi industri kimia
4. Mengetahui proses-proses produksi di dalam industri kimia
5. Mengetahui macam-macam unit proses produksi pada industri kimia
6. Menjelaskan tugas dan fungsi unit-unit proses produksi industri kimia
Batas Waktu : 3 x 45
Menit
1.1 Pendahuluan
Setiap
proses dalam
industi kimia dirancang untuk
mengolah bahan baku menjadi suatu produk yang secara ekonomis (menguntungkan) melalui suatu rangkaian
tahapan proses,
seperti ditunjukkan secara skematis
pada Gambar
1.1. Bahan baku sebelum masuk reaktor, mengalami sejumlah tahapan pengolahan secara
fisik (penyeragaman/pengecilan ukuran, penyaringan, pemurnian, dll)
sehingga siap untuk direaksikan secara kimia didalam reaktor. Kemudian produk reaksi harus mengalami proses pengolahan fisik
selanjutnya (pemisahan, pemurnian,dll) agar
diperoleh
produk akhir yang diinginkan. Tahapan reaksi kimia merupakan
bagian yang
sangat penting dalam
proses
atau disebut
juga sebagai jantung
dari
proses, karena merupakan tahapan yang menentukan untuk membuat proses
bersifat ekonomis atau tidak. Oleh karena itu perancangan reaktor kimia merupakan bagian yang sangat penting dalam perancangan suatu proses.
Dalam pengertian yang umum,
yang disebut dengan
reaktor
kimia
adalah segala tempat terjadinya reaksi kimia, baik dalam ukuran kecil seperti tabung reaksi
sampai ukuran yang
besar seperti reaktor skala industri. Tentunya untuk reaktor skala industri fenomena yang
terlibat jauh lebih komplek dari pada yang ada dalam tabung
reaksi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara merancang reaktor kimia disebut Teknik Reaksi Kimia. Dalam teknik reaksi kimia I telah dibahas hal-hal yang berhubungan kinetika kimia
dan perancangan reaktor-reaktor ideal, homogen dan isotermal. Sedangan dalam Teknik reaksi Kimia II
ini akan membahas perancangan
reaktor non-isotermal, aliran non-ideal dan reaktor heterogen.
Reaksi kimia dapat berupa peruraian, penggabungan /
kombinasi atau isomerisasi. Sedangkan untuk mengklasifikasikan reaksi kimia,
terdapat banyak cara bergantung dari tujuannya. Untuk
kepentingan perancangan reaktor kimia maka klasifikasi reaktor dapat ditinjau menurut :
· Besarnya efek panas berpengaruh pada reaksi yang terjadi : Reaktor Isotermal dan Reaktor non isotermal.
· Pola aliran yang terjadi dalam reaktor : Pola alir ideal (plug flow dan Mixed flow) dan Pola alir non-ideal
· Jumlah fasa dan jenis fasa yang terlibat : Sistim homogen dan heterogen.

Non-katalik
|
Katalitik
|
|
Homogen
|
· Pembakaran gas
· Reaksi asam-basa
|
· Reaksi oksidasi sulfit
· Reaksi hidrolisa amilum
|
Heterogen
|
· Pembakaran batu bara
· Reaksi logam dengan asam
· Absorpsi SO2 dengan
NaOH
|
· Reaksi sintesa amoniak
· Oksidasi amoniak menjadi
asam Nitrat
· Cracking crude oil
· Oksidasi SO2 menjadi SO3
|
a. Reaktor Isotermal dan Non-isotermal.
Apabila reaksi berlangsung pada suhu tetap atau
relatif tetap maka reaktor tersebut beroperasi Isotermal. Keadaan ini dapat terjadi jika panas reaksi yang timbul
relatif kecil atau karena konsentrasinya yang
rendah (encer) maka efeknya terhadap
reaktor menjadi kecil (diabaikan). Pada keadaan isotermal ini
maka laju reaksi tidak dipengaruhi
perubahan
suhu
yang terjadi kareana konstanta kecepatan
reaksinya tetap. Sedangkan pada reaksi-reaksi yang panas reaksinya relatif besar baik Eksotermik maupun Endotermik maka
perhitungan perancangan reaktornya harus melibatkan efek panas yang terjadi, dalam hal ini dapat menggunakan persamaan neraca panas. Pada bab 2 dari diktat ini akan membahas disain reaktor non-isotermal.
b. Pola alir ideal &
non ideal
Pola alir dalam suatu reaktor akan menentukan hubungan persamaan neraca masa dalam reaktor dan akan berakibat pada
perhitungan konversi reaksi. Pola alir dalam reaktor ideal adalah mixed flow dan plug flow.
Mixed flow menunjukkan
terjadinya pencampuran sempurna dalam reaktor sehingga konsentrasi disetiap titik dalam
reaktor adalah sama dan
konsentrasi tersebut sama
dengan konsentrasi pada aliran keluar dalam reaktor. Sedangkan Plug
flow atau
aliran tipe piston menunjukkan
perubahan
konsentrasi
yang seragam
sepanjang
reaktor yang berbentuk tabung
Segala penyimpangan yang terjadi dari pola
alir
ideal disebut pola
alir
non- ideal. Pola alir non ideal ini umumnya yang
kita
jumpai di dalam reaktor yang sesungguhnya baik
dalam
skala
kecil/laboratorium maupun skala
besar dalam industri.
Comments
Post a Comment